Jumat, 10 Mei 2013

Perampokan di kuansing, kembali terjadi

TELUK KUANTAN - Aksi perampokan dengan menggunakan senjata api (Senpi) kembali terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi. Kali ini yang menjadi sasaran rampok adalah salah seorang Tauke Getah di Dusun Cambay, Desa Munsalo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kamis (2/5) dini hari.

Sekitar pukul 03.15 WIB, kawanan rampok ini beraksi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam aksi ini, namun korban yang bernama Mulyadi (45) ini mengalami kerugian uang senilai Rp15 juta, 2 unit HP dan satu unit laptop.(jps/rpg).
http://www.riautoday.com/konten/11400/rampok-bersenpi-kembali-beraksi-di-kuansing.html

Selasa, 23 April 2013

Wapres Kantongi 3 Nama Calon Sekda Riau

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri memastikan tiga nama calon Sekretaris Daerah Provinsi Riau sudah berada di Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai oleh Wakil Presiden Boediono. Namun demikian, Kemendagri belum bisa memastikan kapan Sekda Riau definitif ditetapkan.

Tiga nama calon Sekda yang diusulkan oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal, yakni Kepala Inspektorat Riau Syamsurizal, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Riau Ramli Walid dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Riau Zaini Ismail. Dari tiga nama tersebut, salah satunya akan ditetapkan sebagai Sekda Riau definitif.

"Pak Mendagri sudah menyerahkan tiga nama calon Sekda Riau ke TPA yang langsung dipimpin oleh Wapres. Selanjutnya, salah satu dari tiga nama tersebut akan ditetapkan menjadi Sekda definitif," kata Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Hukum dan Hubungan Antar Lembaga yang juga Juru Bicara Kemendagri, Reydonnyzar 'Donny' Moenek, di Jakarta, Senin (22/4/2013).

Donny belum bisa memastikan berapa lama proses TPA dalam menetapkan satu nama untuk menjadi Sekda definitif. "Proses TPA itu tidak bisa diprediksi. Bisa saja satu bulan, dua atau lebih," katanya.

Seperti diketahui, jabatan Sekda Riau saat ini kosong pasca Wan Syamsir Yus pensiun pada 1 April lalu. Terkait Pelaksana Tugas (Plt) Sekda, Dony menyatakan pihaknya tidak perlu memberitahukan kepada Gubri untuk mengangkat Plt Sekda. Sebab wewenang mengangkat Plt, sepenuhnya berada di tangan Gubri. Jika mengangkat Plt Sekda, Donny menyatakan Gubri hanya melapor ke Kemendagri

Penyadap Karet Resah Hadapi Tahun Ajaran Baru

TELUK KUANTAN-Sejak dua bulan terakhir ini, harga karet mengalami penurunan. Kondisi ini sangat berpengaruh pada ekonomi masyarakat Kuantan Singingi yang sebagian besar bergantung pada komoditas tersebut. Terlebih tahun ajaran baru sudah mendekat.

"Entah lah pak, bagaimana caranya nanti, tahun ini anak saya yang paling tua mau melanjutkan ke SMP kalau lulus, dan yang nomor dua mau masuk TK, pastinya perlu biaya yang tidak sedikit, sementara sekarang jangankan menabung untuk persiapan, kebutuhan sehari-hari saja sering ngutang di warung," ujar Iros, ibu rumah tangga asal Taluk Kuantan saat berbincang dengan wartawan beberapa waktu lalu.

Ibu tiga anak yang suaminya sehari-hari berporfesi sebagai petani penyadap karet ini mengaku kalau penghasilan suaminya dari menyadap karet kebun milik kerabatnya itu hanya berkisar Rp 200 ribu satu minggu itu pun kalau tidak ada hujan.

"Sekarang harga karet terus turun, bahkan dua hari lalu kami jual harganya cuma Rp 7000 satu kilo, dalam seminggu itu cuma paling dapat 70 kg, jadi duitnya paling Rp 400 ribu, dibagi dua dengan yang punya kebun tinggal lagi Rp 200 ribu, bayar hutang di kedai dengan hutang sama induk semang, paling 100-150 yang dibawa pulang, Rp. 100 ribu seminggu mau makan apa zaman sekarang ini, yah makanya terpaksa ngutang lagi," ujarnya lirih.

Seharusnya menurut Iros, dalam menghadapi tahun ajaran baru ini dirinya sudah bisa menabung untuk persiapan mulai dari sekarang, tapi dengan kondisi seperti ini ia mengaku tidak bisa.

Terpisah, salah satu induk semang (toke) yang biasa membeli karet masyarakat di Seberang Taluk, Buyung mengakui kalau sejak dua bulan terakhir ini harga karet memang anjlok. "Wah, karam kami pak, sudah 7000 sekarang, kalau udah segini banyak petani yang ngutang,"ujarnya singkat

Batal di Riau, ISG III Akhirnya Dipindah ke Jakarta.

JAKARTA - Pesta olahraga antarnegara Islam, Islamic Solidarity Games (ISG) 2013, akhirnya diputuskan digelar di Jakarta, 22 September - 1 Oktober. Pasalnya, tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di Pekanbaru, Riau, seperti rencana awal. 

Dilansir dari kompas.com, keputusan ini diambil melalui rapat dengan berbagai pihak. "Tadi siang ada keputusan penting yang sangat terpaksa sekali harus kami ambil. Mencermati perkembangan terakhir di Pekanbaru, ISG terpaksa digelar di Jakarta," kata Menpora, Roy Suryo, ditemui di kantor Kemenpora di Senayan, Jakarta, Senin (22/4/2013). 

Berdasarkan hasil rapat Kemenpora dengan KOI, KONI, panitia ISG, Satlak Prima, dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Roy mengaku terpaksa membuka opsi ketiga, yakni pemindahan tempat pelaksanaan ISG dari Riau, agar pelaksanaan ISG tetap berlangsung tanpa harus merugikan Indonesia maupun negara-negara peserta.
Sebelumnya Roy memang mengatakan opsi pemindahan tempat pelaksanaan ISG dari Riau merupakan pilihan terakhir demi menghormati masyarakat Riau. Beberapa poin yang membuat ISG tidak memungkinkan dilaksanakan di Pekanbaru, Riau, lanjut Roy, antara lain dua arena utama yang masih disegel dengan utang Rp 200 miliar yang tidak memungkinkan diselesaikan dalam waktu dekat, serta waktu yang bentrok dengan Bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, serta pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Riau.

"Mekanisme keuangan di Riau tidak memungkinkan menyelesaikan utang penyelesaian dua venue utama sebesar Rp 200 miliar. Begitu juga stadion aquatik yang belum ada perkembangan berarti," jelas Roy. Ia menambahkan, "Status Rusli Zainal (Gubernur Riau sekaligus Ketua Pelaksana ISG) sebagai tersangka tidak memungkinkan lagi melaksanakan secara penuh selaku ketua panitia dan stake holder daerah yang kurang support menyelesaikan progres ISG, maka kami membuka opsi ketiga.

" Wacana awal untuk menggeser pelaksanaan ISG pada bulan September, menurut Roy, juga tidak memungkinkan karena bersamaan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Riau, apalagi kalau harus ada putaran kedua, maka Pilkada putaran kedua akan digelar lagi pada bulan Oktober. "Psikologis masyarakat di sana lebih cenderung menunggu Pilkada. Sedangkan kalau menunggu Pilkada selesai mungkin sekitar November. Tetapi kami tidak mau menabrak pelaksanaan SEA Games (Desember 2013) karena target kami tetap juara umum," kata Roy.

Awalnya ajang kompetisi antarnegara Islam itu akan digelar pada 6-17 Juni 2013 di Pekanbaru, Riau. Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 200 miliar untuk pelaksanaan ISG sementara pemerintah daerah Riau juga memberi anggaran dana Rp 45 miliar. Dengan dipindahnya pelaksanaan ISG dari Riau, maka dana ISG dari anggaran daerah dihanguskan. "Kebijakannya nanti dari Pemerintah Riau," ujar Roy. Roy mengaku belum memberitahu langsung kabar ini kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Namun ia memastikan, Pemerintah DKI Jakarta tidak perlu menyediakan anggaran dana khusus untuk ISG. "Saya percaya DKI Jakarta akan lebih mudah dan lebih siap," kata Roy yang akan segera menggelar pertemuan dengan Jokowi.(MRnetwork) http://www.halloriau.com/read-olahraga-34142-2013-04-22-isg-iii-akhirnya-dipindah-ke-jakarta.html

Minggu, 21 April 2013

APBD Kuansing 2013 Masih Diverifikasi

TELUK KUANTAN-Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 Kabupaten Kuansing yang telah disahkan Selasa (28/1) lalu, belum dapat dipastikan bisa digunakan, karena masih diverifikasi di Kantor Gubernur Riau . “Sekarang masih dilakukan proses verifikasi di Kantor Gubri, sehingga APBD belum bisa digunakan sebagaimana mestinya," jelas Asisten III Sekdakab Kuansing, Frederik Sabtu lalu. Sesuai proses, biasanya verifikasi dilakukan dengan meneliti draf APBD 2013 yang dikirim. Kalau ada yang kurang akan dilakukan perbaikan oleh tim yang melakukan verifikasi sebelum SK Gubri turun. Dalam proses verifikasi, sesuai APBD 2013 yang disahkan DPRD diperkirakan tidak akan berubah. Kalau angkanya tetap, tapi kalau berkasnya ada yang kurang lengkap tentu akan dilengkapi. Jadi angka tidak berpengaruh pada proses verifikasi. Hal senada juga dikatakan Kabag Keuangan Sekdakab Kuansing, Musli Hariyandi verifikasi masih berjalan. Pihaknya akan cek apakah SK Gubri telah turun. Senin akan dicek. Sesuai hasil Paripurna DPRD Kuansing beberapa waktu lalu, APBD 2013 yang disahkan sebesar Rp.1.190.304.513.200. APBD juga terdapat Silpa sebesar Rp130 Miliar. Sehingga total APBD tahun 2013 Rp1.190.304.513.200. Dana tersebut telah terbagi untuk membiayai kegiatan belanja daerah berupa belanja langsung dan belanja tidak langsung, yang terbagi kepada seluruh SKPD. Untuk jumlah pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp1.060.304.513.200 dengan rincian, target pendapatan asli daerah sebesar Rp30.488.054.200, dana perimbangan Rp948.992.941.000 dan lain-lain pendapatan yang sah Rp80.823.518.000. (rob)http://haluanriaupress.com/index.php/daerah/halaman-14/6146-apbd-kuansing-2013-masih-diverifikasi.html

Tahun 2013, Pemkab Terimas PNS

TELUK KUANTAN - Pemkab Kuansing kemungkinan besar tahun 2013 ini menerima calon pegawai negeri sipil, baik untuk honorer K2 maupun dari jalur murni ( umum ). " Kalau informasi dari MenPAN memang akan ada penerimaan CPNS tahun ini, ini bukan kata Sekda ya namun dari informasi yang telah disampaikan MenPAN, nanti saya dituntut pula kalau tidak jadi,"ujar Sekda Kuansing Drs H Muharman, M.Pd diruang kerjanya, Jumat ( 18/1 ) sore . Kalau penerimaan CPNS jadi dilaksanakan ujarnya, berdasarkan informasi dari MenPAN akan diserangkaikan dengan penerimaan honorer K2. Jadi nanti kalau daerah sudah diminta untuk mengajukan usulan formasi penerimaan CPNS ke MenPAN, akan ada daftar uota untuk CPNS honorer K2, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Namun untuk jumlah kuota yang akan diberikan kepada Kuansing untuk penerimaaan CPNS tahun 2013 menunggu kajian dari MenPAN. Karena sebelum menentukan Kuota, MenPAN akan mempelajari dengan sejumlah data seperti SOTK ( struktur organisasi tata kerja ), jumlah pegawai yang ada serta formasi yang ada, kemudian jumlah penduduk Kuansing. " Hasil kajian mereka nantinya, akan menjadi dasar bagi mereka untuk menentukan jumlah kuota CPNS untuk Kuansing,"ujar mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kuansing itu. Sedangkan SOTK Kuansing, analisa jabatan dan jumlah pegawai Pemkab Kuansing, jumlah penduduk dan kebutuhan pegawai baru katanya sudah dikirim Pemkab Kuansing ke MenPAN sebagai dasar bagi mereka untuk melakukan kajian. " Kini Kita tinggal menunggu kuota yang akan diberikan,'ujarnya. Kalau kuota sudah diberikan katanya, Pemkab nanti akan mengajukan usulan formasi ke MenPAN, seperti jurusan tenaga strategis, jurusan tenaga pendidik dan jurusan tenaga kesehatan yang akan dibuka untuk penerimaan CPNS. Kemudian MenPAN memberikanpersetujuan terhadap formasi yang diajukn itu. " Setelah itu baru dapat diumumkan penerimaan CPNS kepada masyaarakat. Tapi sekali lagi Saya tegaskan, informasi penerimaan diperoleh dari MenPAN bukan dari Pemkab, karena kewenangan menentukan daerah boleh atau tidak menerima CPNS tergantung dari MenPAN,"pungkasnya. ( isa ) http://kuansingterkini.com/berita/detail/708/2013/01/18/tahun-2013,-pemkab-terimas-pns#.UXOSMFIY3z8

benarkah mahalnya biaya pembuatan akte kuansing-inhu " akan dikembalikan"?

Masyarakat Inhu mengeluhkan mahalnya biaya penetapan kelahiran di Pengadilan Negeri Rengat. Mereka minta harganya diturunkan. RENGAT-Tingginya biaya penetapan akte kelahiran melalui keputusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Rengat, sebagaimana amanat UU 23/2006 tentang admintrasi kependudukan. Dikeluhkan warga Indragiri Hulu (Inhu). Biaya penetapan kelahiran yang disetorkan saat pengajuan permohonan sebesar 400 ribu, dirasa cukup memberatkan sebagaimana disampaikan warga Inhu Taufik Hidayat kepada riauterkini.com Selasa (21/2/12). "Dengan biaya 400 ribu saat kita mengajukan permohonan untuk penetapan kelahiran di PN Rengat, untuk satu akte kelahiran cukup memberatkan," ujarnya. Ditambahkanya, tentunya biaya akan lebih besar lagi bila harus membuat akte kelahiran untuk dua orang anak. "Terpaksa saya harus menunda pembuatan akte kelahiran untuk kedua anak saya," tandasnya. Sejak diberlakukanya UU 23/2006 untuk pengurusan akta lahir bagi warga yang berusia diatas satu tahun harus ada penetapan PN setempat. Sementara itu, humas pengadilan negeri (PN) Rengat Dicky S Nitbani ketika dikonfirmasi riauterkini.com mengatakan, biaya 400 ribu yang disetorkan saat pengajuan permohonan akan dipergunakan untuk biaya pemanggilan saksi. Dan akan diperhitungkan sesuai jauh dekatnya jarak tempat tinggal saksi. "PN Rengat kan wilayah kerjanya mencakup dua kabupaten Inhu dan Kuansing, jadi penetapan biaya 400 ribu tersebut berdasarkan jarak maksimal," urainya. Dari 400 ribu biaya yang disetorkan, tidak serta merta habis seluruhnya, akan diperhitungkan berapa biaya yang terpakai dan sisanya akan dikembalikan kepada pemohon. "Biaya yang dikeluarkan dari pemohon di Inhu dan Kuansing akan berbeda, Untuk saksi yang berdomisili di Rengat tentunya biaya pemanggilanya tidak sebesar yang berdomisili di Kuansing. Biaya yang dipergunakan akan disertai perincian dan sisa biaya dari 400 ribu tersebut akan dikembalikan," ungkapnya. PN Rengat menjamin, semua biaya yang dikeluarkan pemohon dapat dipertanggung jawabkan sebagaimana rincian yang diberikan. Mengingat biaya tersebut akan masuk ke kas negara, sebagai penghasilan dari sektor non pajak. Jelasnya.

Rabu, 26 Desember 2012

Polisi Tembak Pengedar Narkoba KUANSING

24 Desember 2012 TELUK KUANTAN Seorang pria diduga pengedar narkoba berinisial ZA, dirawat di RSUD Teluk Kuantan, akibat menderita luka tembak setelah mencoba melarikan diri dari kejaran Tim Narkoba Polres Kuansing, Sabtu (22/12/2012). Foto: desriandi candra/riau pos Laporan desriandi Candra, Teluk Kuantan Tim Narkoba Polres Kuansing, Sabtu (22/12) terpaksa harus melepaskan timah panas ke kaki kanan ZA, salah seorang yang diduga pengedar dan pengguna narkoba di wilayah hukum Polres Kuansing. Pasalnya, ketika diminta menyerahkan diri, ZA memilih kabur ke arah kebun kelapa sawit di A-1 Desa Geringing Baru, Kecamatan Sentajo Raya. Melihat itu, tidak ingin melihat buruannya lari dari penyergapan, polisi terpaksa melumpuhkannya, setelah melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara namun tidak di hiraukan. Tembakan di arahkan ke kaki kanan (bagian betis) tersangka ZA, membuat tersangka langsung tak berdaya dan akhirnya dibekuk Tim Narkoba Polres. “Dia kita bekuk dan kita amankan,” kata Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbiantoro melalui Kasubag Humas Polres Kuansing, AKP Azhari SH kepada Riau Pos, Ahad (23/12) di Teluk Kuantan. Setelah tersangka ZA rubuh, polisi langsung menggeledah mobil tersangka. Di dalam mobil tersangka ditemukan dua paket sabu-sabu seberat 7,68 gram, satu unit HP Samsung GT E 1195 satu buah, timbangan elektrik merk camray warna hitam, satu unit mobil Avanza warna biru metalik. Pihak kepolisian yang sudah mengamankan tersangka ZA bersama barang bukti (BB), membawanya ke rumah sakit Teluk Kuantan untuk dirawat. Penangkapan ZA yang memang sedang dilacak polisi, dilakukan selama 1 x 24 jam pada Sabtu, (22/12). Hal ini berdasarkan hasil laporan yang diterima dari masyarakat. Penangkapan tersangka ZA hasil pengembangan yang dilakukan terhadap tersangka PU, warga Kuansing asal Jogjakarta yang tinggal di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Benai. Tersangka PU sebelumnya dibekuk di jalur dua Desa Beringin, Kecamatan Kuantan Tengah. Dari tersangka PU, polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa 1 unit HP Samsung GT-E1195, 1 unit mobil merk Ford warna silver, seperangkat bong, 1 paket sabu-sabu seberat 2,04 gram. Dari tersangka PU, polisi kemudian melakukan pengembangan di A-1 Desa Geringing Baru, setelah dilakukan pengintaian terhadap tersangka ZA yang di duga akan melakukan transaksi sabu-sabu. Setelah akan melakukan transaksi, petugas langsung melakukan pengejaran. Akan tetapi tersangka ZA berusaha melarikan diri. “Namun akhirnya polisi terpaksa melepaskan tembakan satu kali ke arah betis kanan tersangka,” jelas Azhari.(ade) KUNJUNGI: http://www.facebook.com/kuansing.wideshot https://twitter.com/kapuyuaknews

Pekan Ini, Bupati Lantik 10 Kades

TELUK KUANTAN (RP) - Dijadwalkan, Kamis (27/12), Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis melantik 10 kepala desa (Kades) di dua kecamatan, masing-masing empat Kades di Kuantan Hilir dan enam Kades di Kuantan Hilir Seberang, dipusatkan di Kecamatan Kuantan Hilir. “Insya Allah Pak Bupati nanti yang melantik, dan kita sudah membicarakan masalah waktu ini dengan beliau. Semoga nanti pelantikannya berlangsung aman dan lancar,” ujar Jon Hendri L SSos, Plt Camat Kuantan Hilir Seberang kepada Riau Pos, Ahad (23/12). Menurutnya, pihaknya bersama pemerintah kecamatan induk Kuantan Hilir, sudah mematangkan persiapan. Diharapkan, pelantikan ini dapat diramaikan dan disukseskan. “Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menyukseskannya, mari kita ramaikan pelantikannya nanti,” ajak Jon Hendri. Di samping itu, Plt Camat Kuantan Hilir Seberang ini ia juga mengajak para Kades yang nantinya dilantik, agar mempersiapkan diri, sehingga pelantikan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sementara Kasubag Humas Setda Kuansing Suhaimi mengakui, adanya rencana pelantikan kepala desa di dua kecamatan, yang dipusatkan di Kuantan Hilir. “Iya, memang ada rencana pelantikan Kades di Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang oleh Pak Bupati,” sebut Suhaimi.(jps) Akses lebih cepat di

Minggu, 23 Desember 2012

Ingkar Janji, PT CSR dituding Lecehkan Bupati Kuansing

BERITA RIAU(TALUK KUANTAN),situsriau.com-Pihak PT Citra Riau Sarana (CRS) yang merupakan anak perusahaan PT Wilmar Group dituding telah melecehkan Bupati Kuantan Singingi setelah dianggap ingkar janji terkait penyelesaian masalah sengketa lahan di sekitar kawasan industrinya. Berikut kronologi menurut ragam pihak terkait;
Informasi yang dirangkum dari ragam pihak, Kamis (20/12), menyebutkan, perusahaan industri kelapa sawit yang juga mengelola lahan perkebunan itu sebelumnya tengah mengalami malasah bersengketa lahan dengan masyarakat Pangean.
Akibat mediasi yang dimotori oleh pemerintah daerah setempat yang dianggap tuntas namun di warnai pengingkaran janji oleh pihak PT CSR, maka perusahaan itu pun dianggap telah melecehkan orang nomor satu di Kabupaten Kuantan Singingi yang tidak lain adalah sang bupati, H Sukarmis.
Pada pertemuan sebelumnya pihak PT CRS berjanji akan memberikan jawaban terkait tuntutan yang diajukan oleh masyarakat Pangean kala itu yaitu akan menyerahkan lahan seluas 554 hektar dari kebun inti milik PT CRS seluas 2.500 hektar kepada masyarakat Pangean.
Jawaban tersebut diajnjikan akan disampaikan langsung oleh pihak perusahaan kepada Bupati Kuansing, H  Sukarmis paling lambat 20 Desember 2012. Namun hingga deadline yang telah disepakati tersebut pihak perusahaan tidak memberikan jawaban sesuai janjinya.
“Sampai sore ini (kemaren-red), Kamis tanggal 20 Desember, pihak PT CRS tak ada menemui Pak Bupati untuk memberikan jawabannya. Karena dinilai telah ingkar janji, tentu Pak Bupati merasa sangat tersinggung dan merasa dilecehkan,” ujar Asisten I Setda Drs H Erlianto MM kepada Haluan Riau saat dikonfirmasi, Kamis (20/12) kemaren.
Menurut Erlianto, Kamis (20/12) kemarin itu, seharusnya PT CRS datang menemui Bupati H Sukarmis meskipun jawabannya nanti tidak sesuai dengan harapan masyarakat Pangean. “Masak iya, CRS mengabaikan janjinya dengan orang nomor satu di Kuansing, kalau dengan asisten mungkin, tapi jangan dengan Pak Bupati, seperti itu,” kesal Erlianto.
Akibat tidak direalisasikannya janji oleh perusahaan yang beroperasi di ulayat Pangean ini, kata Erlianto, bahwa Bupati H Sukarmis menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. “Saya sudah berusaha untuk memediasi, sampai sekarang tidak ada jawaban. Jadi, saya tidak melarang dan juga tidak menyuruh masyarakat berbuat apa di lahan itu,” ujar Erlianto menirukan ucapan bupati.
Perusahaan yang rencana menemui Bupati H Sukarmis, 20 Desember, kemarin, namun gagal. Sehingga, yang hadir menemui bupati adalah perwakilan masyarakat Pangean, Sarwanis Royrick dan juga hadir Camat Pangean, Novrion SSos.
Camat Pangean berharap, perusahaan serius menyelesaikan persoalan ini dengan masyarakat. Apalagi, katanya, proses penyelesaiannya sudah berada di tangan bupati. “Mari kita hargai proses mediasi yang telah dilakukan oleh pemimpin di daerah kita ini,” katanya.
Sementara itu, Humas PT CRS, Taufik yang dikonfirmasi wartawan, mengaku telah menemui Bupati H Sukarmis, Kamis (21/12) sore. “Ini, kami baru keluar setelah menjumpai Pak Bupati,” jawabnya.
Lantas, apa jawaban PT CRS terhadap tuntutan masyarakat Pangean ini, Taufik menyarankan supaya ditanyakan langsung ke Bupati H Sukarmis. “Kami sudah memberi jawaban langsung ke bupati, apa jawabannya, langsung aja tanya Pak Bupati,” jelasnya lagi.
Sedangkan dari pihak masyarakat terkait hal ini, Sarwanis yang merupakan salah satu datuk penghulu dan berompek kenegrian Pangean mengatakan kalau memang tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan persengketaan ini maka dalam waktu dua hari ini masyarakat akan kembali melakukan aksi yang lebih ekstrim yaitu memutuskan seluruh akses jalan masuk ke perusahaan.”Besok kita akan putuskan akses jalan masuk ke area perusahaan dengan eskavator,”ungkap Sarwanis. (rat)