Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Salah Lirik Saat Nyanyi Lagu Indonesia Raya, Roy Suryo Jadi Bahan Tertawaan di Twitter

Peristiwa memalukan yang melibatkan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, yang diketahui salah lirik saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, menjadi bahan tertawaan di jejaring sosial twitter. Sejumlah pengguna twitter, mencemooh politisi Partai Demokrat tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian memalukan terjadi di sela-sela pertandingan kompetisi Indonesia Super League (ISL) antara tuan rumah Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung, yang digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta, Rabu (28/8/2013) sore.
Kejadian bermula dari ketegangan yang terjadi antara dua kelompok suporter, yakni The Jakmania yang merupakan pendukung Persija, dan Viking yang merupakan pendukung Persib. Aksi saling lempar dan saling ejek antara kedua kelompok suporter itu mewarnai pertandingan.
Wasit pun sempat menghentikan laga di menit ke-18, karena beberapa suporter menyalakan petasan.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, yang ikut menyaksikan langsung pertandingan tersebut, kemudian berusaha menenangkan kedua kelompok suporter, yakni The Jakmania dan Viking.
Untuk menenangkan kedua suporter, Menpora Roy Suryo mengambil mikrofon, dan mengajak mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Sayangnya saat di tengah lagu kebangsaan itu, Roy Suryo malah salah lirik. Lirik lagu yang seharusnya "Di sanalah Aku Berdiri", malah dinyanyikan oleh Roy Suryo dengan lirik "Di sanalah tanah airku".
Karena lirik lagunya salah, Roy pun kemudian memilih diam di sisa lagu, dan membiarkan para suporter menyelesaikan lagu Indonesia Raya hingga selesai.
Tak pelak komentar bernada ejekan dan hujatan terhadap Roy Surya muncul, dari para pengguna twitter yang menyaksikan laga tersebut.
Beberapa komentar lucu dan menghujat dilontarkan para pengguna twitter.
"Lagu kebangsaan aja gak hafal, gimana albumnya pak SBY?" tulis pemilik akun @Sandi_alfarizie.
Komentar tak kalah lucu ditulis oleh pengamat musik Denny Sakrie (@dennysakrie). "Menteri Roy Suryo dulu mengklaim menemukan bbrp stanza Indonesia Raya eh skrg malah gak hapal Indonesia Raya," tulisnya.
"Roy Suryo mungkin menteri naturalisasi. Jadi wajar dia gak hafal agu Indonesia Raya," tulis @fcbfi_Bandung.
Sementara @babecabiita yang merupakan juara Stand Up Comedy Indonesia di Kompas TV menulis: "Roy Suryo mungkin dulu masuk siang waktu sekolah. Makanya gak hapal lagu Indonesia Raya. Ga pernah upacara."
Hingga berita ini ditulis, pertandingan sudah dilanjutkan kembali, dan Persija untuk sementara unggul 1-0 atas Persib Bandung.

Rabu, 26 Desember 2012

Pekan Ini, Bupati Lantik 10 Kades

TELUK KUANTAN (RP) - Dijadwalkan, Kamis (27/12), Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis melantik 10 kepala desa (Kades) di dua kecamatan, masing-masing empat Kades di Kuantan Hilir dan enam Kades di Kuantan Hilir Seberang, dipusatkan di Kecamatan Kuantan Hilir. “Insya Allah Pak Bupati nanti yang melantik, dan kita sudah membicarakan masalah waktu ini dengan beliau. Semoga nanti pelantikannya berlangsung aman dan lancar,” ujar Jon Hendri L SSos, Plt Camat Kuantan Hilir Seberang kepada Riau Pos, Ahad (23/12). Menurutnya, pihaknya bersama pemerintah kecamatan induk Kuantan Hilir, sudah mematangkan persiapan. Diharapkan, pelantikan ini dapat diramaikan dan disukseskan. “Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menyukseskannya, mari kita ramaikan pelantikannya nanti,” ajak Jon Hendri. Di samping itu, Plt Camat Kuantan Hilir Seberang ini ia juga mengajak para Kades yang nantinya dilantik, agar mempersiapkan diri, sehingga pelantikan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sementara Kasubag Humas Setda Kuansing Suhaimi mengakui, adanya rencana pelantikan kepala desa di dua kecamatan, yang dipusatkan di Kuantan Hilir. “Iya, memang ada rencana pelantikan Kades di Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang oleh Pak Bupati,” sebut Suhaimi.(jps) Akses lebih cepat di

Minggu, 23 Desember 2012

Ingkar Janji, PT CSR dituding Lecehkan Bupati Kuansing

BERITA RIAU(TALUK KUANTAN),situsriau.com-Pihak PT Citra Riau Sarana (CRS) yang merupakan anak perusahaan PT Wilmar Group dituding telah melecehkan Bupati Kuantan Singingi setelah dianggap ingkar janji terkait penyelesaian masalah sengketa lahan di sekitar kawasan industrinya. Berikut kronologi menurut ragam pihak terkait;
Informasi yang dirangkum dari ragam pihak, Kamis (20/12), menyebutkan, perusahaan industri kelapa sawit yang juga mengelola lahan perkebunan itu sebelumnya tengah mengalami malasah bersengketa lahan dengan masyarakat Pangean.
Akibat mediasi yang dimotori oleh pemerintah daerah setempat yang dianggap tuntas namun di warnai pengingkaran janji oleh pihak PT CSR, maka perusahaan itu pun dianggap telah melecehkan orang nomor satu di Kabupaten Kuantan Singingi yang tidak lain adalah sang bupati, H Sukarmis.
Pada pertemuan sebelumnya pihak PT CRS berjanji akan memberikan jawaban terkait tuntutan yang diajukan oleh masyarakat Pangean kala itu yaitu akan menyerahkan lahan seluas 554 hektar dari kebun inti milik PT CRS seluas 2.500 hektar kepada masyarakat Pangean.
Jawaban tersebut diajnjikan akan disampaikan langsung oleh pihak perusahaan kepada Bupati Kuansing, H  Sukarmis paling lambat 20 Desember 2012. Namun hingga deadline yang telah disepakati tersebut pihak perusahaan tidak memberikan jawaban sesuai janjinya.
“Sampai sore ini (kemaren-red), Kamis tanggal 20 Desember, pihak PT CRS tak ada menemui Pak Bupati untuk memberikan jawabannya. Karena dinilai telah ingkar janji, tentu Pak Bupati merasa sangat tersinggung dan merasa dilecehkan,” ujar Asisten I Setda Drs H Erlianto MM kepada Haluan Riau saat dikonfirmasi, Kamis (20/12) kemaren.
Menurut Erlianto, Kamis (20/12) kemarin itu, seharusnya PT CRS datang menemui Bupati H Sukarmis meskipun jawabannya nanti tidak sesuai dengan harapan masyarakat Pangean. “Masak iya, CRS mengabaikan janjinya dengan orang nomor satu di Kuansing, kalau dengan asisten mungkin, tapi jangan dengan Pak Bupati, seperti itu,” kesal Erlianto.
Akibat tidak direalisasikannya janji oleh perusahaan yang beroperasi di ulayat Pangean ini, kata Erlianto, bahwa Bupati H Sukarmis menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. “Saya sudah berusaha untuk memediasi, sampai sekarang tidak ada jawaban. Jadi, saya tidak melarang dan juga tidak menyuruh masyarakat berbuat apa di lahan itu,” ujar Erlianto menirukan ucapan bupati.
Perusahaan yang rencana menemui Bupati H Sukarmis, 20 Desember, kemarin, namun gagal. Sehingga, yang hadir menemui bupati adalah perwakilan masyarakat Pangean, Sarwanis Royrick dan juga hadir Camat Pangean, Novrion SSos.
Camat Pangean berharap, perusahaan serius menyelesaikan persoalan ini dengan masyarakat. Apalagi, katanya, proses penyelesaiannya sudah berada di tangan bupati. “Mari kita hargai proses mediasi yang telah dilakukan oleh pemimpin di daerah kita ini,” katanya.
Sementara itu, Humas PT CRS, Taufik yang dikonfirmasi wartawan, mengaku telah menemui Bupati H Sukarmis, Kamis (21/12) sore. “Ini, kami baru keluar setelah menjumpai Pak Bupati,” jawabnya.
Lantas, apa jawaban PT CRS terhadap tuntutan masyarakat Pangean ini, Taufik menyarankan supaya ditanyakan langsung ke Bupati H Sukarmis. “Kami sudah memberi jawaban langsung ke bupati, apa jawabannya, langsung aja tanya Pak Bupati,” jelasnya lagi.
Sedangkan dari pihak masyarakat terkait hal ini, Sarwanis yang merupakan salah satu datuk penghulu dan berompek kenegrian Pangean mengatakan kalau memang tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan persengketaan ini maka dalam waktu dua hari ini masyarakat akan kembali melakukan aksi yang lebih ekstrim yaitu memutuskan seluruh akses jalan masuk ke perusahaan.”Besok kita akan putuskan akses jalan masuk ke area perusahaan dengan eskavator,”ungkap Sarwanis. (rat)