Tampilkan postingan dengan label LUAR DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LUAR DAERAH. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2013

Batal di Riau, ISG III Akhirnya Dipindah ke Jakarta.

JAKARTA - Pesta olahraga antarnegara Islam, Islamic Solidarity Games (ISG) 2013, akhirnya diputuskan digelar di Jakarta, 22 September - 1 Oktober. Pasalnya, tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di Pekanbaru, Riau, seperti rencana awal. 

Dilansir dari kompas.com, keputusan ini diambil melalui rapat dengan berbagai pihak. "Tadi siang ada keputusan penting yang sangat terpaksa sekali harus kami ambil. Mencermati perkembangan terakhir di Pekanbaru, ISG terpaksa digelar di Jakarta," kata Menpora, Roy Suryo, ditemui di kantor Kemenpora di Senayan, Jakarta, Senin (22/4/2013). 

Berdasarkan hasil rapat Kemenpora dengan KOI, KONI, panitia ISG, Satlak Prima, dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Roy mengaku terpaksa membuka opsi ketiga, yakni pemindahan tempat pelaksanaan ISG dari Riau, agar pelaksanaan ISG tetap berlangsung tanpa harus merugikan Indonesia maupun negara-negara peserta.
Sebelumnya Roy memang mengatakan opsi pemindahan tempat pelaksanaan ISG dari Riau merupakan pilihan terakhir demi menghormati masyarakat Riau. Beberapa poin yang membuat ISG tidak memungkinkan dilaksanakan di Pekanbaru, Riau, lanjut Roy, antara lain dua arena utama yang masih disegel dengan utang Rp 200 miliar yang tidak memungkinkan diselesaikan dalam waktu dekat, serta waktu yang bentrok dengan Bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, serta pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Riau.

"Mekanisme keuangan di Riau tidak memungkinkan menyelesaikan utang penyelesaian dua venue utama sebesar Rp 200 miliar. Begitu juga stadion aquatik yang belum ada perkembangan berarti," jelas Roy. Ia menambahkan, "Status Rusli Zainal (Gubernur Riau sekaligus Ketua Pelaksana ISG) sebagai tersangka tidak memungkinkan lagi melaksanakan secara penuh selaku ketua panitia dan stake holder daerah yang kurang support menyelesaikan progres ISG, maka kami membuka opsi ketiga.

" Wacana awal untuk menggeser pelaksanaan ISG pada bulan September, menurut Roy, juga tidak memungkinkan karena bersamaan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Riau, apalagi kalau harus ada putaran kedua, maka Pilkada putaran kedua akan digelar lagi pada bulan Oktober. "Psikologis masyarakat di sana lebih cenderung menunggu Pilkada. Sedangkan kalau menunggu Pilkada selesai mungkin sekitar November. Tetapi kami tidak mau menabrak pelaksanaan SEA Games (Desember 2013) karena target kami tetap juara umum," kata Roy.

Awalnya ajang kompetisi antarnegara Islam itu akan digelar pada 6-17 Juni 2013 di Pekanbaru, Riau. Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 200 miliar untuk pelaksanaan ISG sementara pemerintah daerah Riau juga memberi anggaran dana Rp 45 miliar. Dengan dipindahnya pelaksanaan ISG dari Riau, maka dana ISG dari anggaran daerah dihanguskan. "Kebijakannya nanti dari Pemerintah Riau," ujar Roy. Roy mengaku belum memberitahu langsung kabar ini kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Namun ia memastikan, Pemerintah DKI Jakarta tidak perlu menyediakan anggaran dana khusus untuk ISG. "Saya percaya DKI Jakarta akan lebih mudah dan lebih siap," kata Roy yang akan segera menggelar pertemuan dengan Jokowi.(MRnetwork) http://www.halloriau.com/read-olahraga-34142-2013-04-22-isg-iii-akhirnya-dipindah-ke-jakarta.html

Rabu, 15 Februari 2012

Jalan provinsi Rusak Parah, Kadis PU Riau Diminta Mundur

TELUK KUANTAN (RP) - Banyaknya kerusakan sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Kuantan Singingi, menandakan tidak seriusnya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut.

Pasalnya, sekarang sangat banyak masyarakat yang mengeluhkan kerusakan sejumlah ruas jalan, terutama dari Teluk Kuantan menuju Cerenti.

“Memang kerusakan jalan yang ada sekarang dikarenakan ketidaksanggupan Kepala Dinas-nya untuk mengatasi itu. Ya, jika tidak bisa mengatasi itu, lebih baik mundur saja,” tegas Anggota DPRD Provinsi Riau H Abu Bakar Siddik SSi kepada Riau Pos, Ahad (12/2).

Diakuinya, sangat banyak jalan yang kondisinya sangat tidak layak. Jika tetap dilalui, keselamatan pengendara jadi terancam.

Atas keinginan untuk memperhatikan kepentingan yang lebih besar, Abu berharap, Pemprov Riau supaya serius melakukan perbaikan untuk ruas jalan yang rusak di Kuansing.

“Jangan kita tunggu masyarakat sampai mendemo kita ke Pekanbaru. Makanya, kalau tidak sanggup untuk mengatasi kerusakan jalan yang menjadi tanggungjawab kita di provinsi, lebih baik mundur saja,” tegas Abu Bakar.

Kerusakan jalan kondisinya semakin kritis, hal ini menurutnya, disebabkan kendaraan yang melintasi sejumlah jalan provinsi di Kuansing bertonase tinggi. Sehingga kendaraan inilah yang menurutnya, tidak pernah diawasi oleh Dinas Perhubungan Riau.

“Jalan ini kan tidak hanya menjadi tanggung jawab PU saja, tetapi Dinas Perhubungan seharusnya melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melewati jalan kita. Ini ndak, sama sekali tidak ada pengawasan, dan ini sangat kita sayangkan,” kesal Abu.

Jika dua instansi ini tidak benar dalam bekerja sebutnya, ia meminta kepada Gubernur Riau supaya mengevaluasi kinerja mereka. Kalau perlu diganti, karena memang tidak berkinerja bagus. Menurutnya, jalan yang sudah memasuki usia tua itu tidak layak dilakukan tambal sulam. Sebaiknya, Abu menyarankan, agar direhab berat. Karena ia melihat, usai ditambal, jalan kembali rusak.

“Coba lihat sendiri bagaimana kondisi jalan, saya rasa dari penglihatan saya, jalan ini sudah seharusnya kita rehab berat. Karena bisa kita lihat, usai ditambal kembali rusak. Dan kadang ini yang kita perbaiki, ini pula yang rusak,” ujarnya.

Kondisi jalan yang sudah kritis seperti ini, katanya, harus diantisipasi cepat oleh Kepala Dinas PU. Namun upaya ini yang menurutnya tidak dilakukan. “Makanya saya menyarankan supaya mereka yang membidangi itu supaya dilakukan evaluasi,” kata anggota dewan Dapil Inhu-Kuanisng itu.

Sebelumnya, Bupati H Sukarmis mengatakan, anggaran sekitar Rp1,4 miliar untuk rehab jalan Teluk Kuantan ke Cerenti menurutnya tidak ada gunanya. Karena melihat jalan sepanjang sekitar 60 km itu sudah rusak berat. “Apa yang cukup Rp1,4 miliar untuk jalan, saya rasa uang itu hanya bisa untuk membuat kue atau godok,” katanya.(jps)

sumber: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=9381&kat=3